<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Shalat Khusyu Damai di Hati</title>
	<atom:link href="http://shalatkhusyu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com</link>
	<description>" aktualisasi shalat khusyu dalam berkehidupan "</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 Oct 2009 04:35:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='shalatkhusyu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/880fcc224f7bc5d3a720b2280287951c?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Shalat Khusyu Damai di Hati</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Aturan Agama Sebagai Beban Jiwa (dari Ustadz Abu Sangkan)</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/10/31/aturan-agama-sebagai-beban-jiwa-dari-ustadz-abu-sangkan/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/10/31/aturan-agama-sebagai-beban-jiwa-dari-ustadz-abu-sangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2009 04:35:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=656</guid>
		<description><![CDATA[Pada kesempatan yang baik ini saya akan mengajak saudara sekalian untuk menjenguk jiwa kita yang menderita akibat beban yang terlalu lama di tanggungnya. Rasa lelah itu mengakibatkan ruhani menjadi kering dan hampir saja sakit jiwa, karena tidak dapat menghindari eksekusi berupa ancaman-ancaman dosa dan beban tuntutan melaksanakan kebaikan-kebaikan serta meninggalkan larangan aturan agama yang sering [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=656&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><div><big>Pada kesempatan yang baik ini saya akan mengajak saudara sekalian untuk menjenguk jiwa kita yang menderita akibat beban yang terlalu lama di tanggungnya. Rasa lelah itu mengakibatkan ruhani menjadi kering dan hampir saja sakit jiwa, karena tidak dapat menghindari eksekusi berupa ancaman-ancaman dosa dan beban tuntutan melaksanakan kebaikan-kebaikan serta meninggalkan larangan aturan agama yang sering disampaikan dalam setiap pertemuan pengajian.<br />
<span id="more-656"></span>Selama ini aturan agama formal telah dijadikan alat kepercayaan yang dibebankan terus menerus secara eksternal. Misalnya kalian harus baik, kalian tidak boleh iri, tidak boleh marah, tidak boleh berbuat riya&#8217;, tidak boleh syirik, dan kalian harus sabar, harus mencintai Tuhanmu dan Rasulmu, harus mencitai sesama muslim sebab jika tidak, kalian termasuk tergolong orang yang harus masuk neraka dst. Keadaan ini bersifat &#8216;top down&#8217; diwarisi secara turun temurun dari ulama&#8217;, kyai, ustadz, kitab-kitab atau ditanamkan melalui keluarga dan tradisi. Akan tetapi sebenarnya aturan formal agama hanyalah merupakan alat pemandu atau peta kebenaran yang muncul dari jiwa, karena jiwa sendiri memiliki potensi keagamaan secara fitrah. potensi-potensi kebaikan itu tidak bisa dipaksakan seperti kita memaksa orang harus terharu, menangis, tersenyum, bergembira, berbahagia, mencintai dll. Hal ini akan sangat aneh jika anda harus tertawa, sedangkan anda sendiri tidak merasa perlu &amp; harus tertawa, atau rasa RINDU itu tidak bisa di katakan &#8220;anda harus &#8220;rindu&#8221; kepada si Ani. Jika jiwa anda tidak merasa mencintai si Ani, hal ini akan sangat berbahaya bagi kesehatan jiwa anda kalau tetap dipaksakan untuk &#8220;harus&#8221; berbuat Rindu atau mencintai si Ani. Alqur&#8217;an dalam hal ini memandu dan mengarahkan bakat yang muncul dalam dirinya. atau menunjukkan ciri-cirinya saja antara orang yang sudah mendapatkan keadaan iman maupun yang masih tertutup oleh cahaya ilahy, sehingga hampir selalu pada setiap ayat mendampingkan perbuatan jahat dengan perbuatan ketakwaan.</big>
<p>&nbsp;</p>
<p><big>Jiwa manusia memiliki dua potensi yang sama kuat. yaitu potensi jahat dan potensi baik. Kita merasakan potensi jahat itu tidak pernah kita pelajari, misalnya saya tidak pernah belajar syirik, iri, dengki, tidak khusyu&#8217;, marah, dan benci kepada sesama. semuanya itu muncul dari dalam potensi jiwa tanpa proses berfikir yang disampaikan secara eksternal ~ kita cukup mengikuti apa kata jiwa yang jahat tersebut tanpa beban. Seperti bila kita perhatikan orang-orang yang pergi malam-malam ke diskotik, ~ mereka tidak mempedulikan udara dingin menerpa tubuhnya yang setengah terbuka, serta bagaimana mereka mempersiapkan dirinya dengan serius sebelum meluncur ke lokasi tersebut. Dari dandanannya harus paling wah, hingga parfum dan make-up nya tampak menor ~ disana ia berdansa dan mabuk sampai pagi.</big></p>
<p><big>Semua apa yang dilakukan orang tersebut tidak merasa dibebani oleh orang lain, akan tetapi ia hanya mengikuti kata jiwanya secara merdeka dan merasakan kepuasan dan keasyikan tersendiri. Contoh lain ialah orang yang senang menyembah atau mengagungkan benda-benda keramat berupa patung, keris, ajimat, mereka mengagumi seperti mengagumi selayaknya kepada Tuhan. Sebagaimana difirmankan dalam Alqur&#8217;an :</big></p>
<p><big><em>Dan mereka itu telah dimesrakan dalam hati-hati mereka untuk menyembah anak lembu dengan kekufuran mereka (QS. Al Baqarah: 92)</em></big></p>
<p><big><em>Atau beberapa kalimat lain yang senada dengan itu, penyembah-penyembah berhala itu sangat mencintai berhalanya, seperti firman Allah:</em></big></p>
<p><big><em>Di antara manusia ada yang menjadikan sekutu-sekutu selain Allah, mereka itu mencintainya seperti cintanya kepada Allah, sedang orang-orang yang beriman lebih mencintai Allah. (QS. Al Baqarah:165)</em></big></p>
<p><big>Selanjutnya Allah menjelaskan bahwa mereka itu mengikuti jiwanya (nafsu) yang cenderung untuk berbuat sesat tanpa pimpinan Allah.<br />
<em><br />
Kalau mereka itu tidak memperkenankan seruanmu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka itu mengikuti hawa nafsu (kecenderungan jiwa) mereka. (QS. Al Qashash:50)<br />
</em><br />
Kita disadarkan oleh ayat ini, bahwa orang-orang yang sesat dalam melakukan suatu perbuatan kejahatan (kesesatan) sebenarnya hanyalah mengikuti potensi yang muncul dalam jiwanya (nafs), yaitu rasa mencintai dan dimesrakan/dimanjakan dengan perbuatan tersebut, sehingga jiwa tidak merasa terbebani oleh karenanya. Maka jangan heran jika kita sering melihat orang yang berbuat kesesatan dengan sangat mudah melakukannya dan tampak &#8216;menikmati&#8217; nya. Bandingkan dengan orang yang melakukan perbuatan kebaikan (ketakwaan), tampak sekali beban di raut mukanya tidak merasa nyaman didalam melakukan peribadatan seperti shalat, zakat, berdzikir, haji, karena semuanya dilakukan oleh dorongan dari luar dirinya bukan yang muncul dari potensi jiwanya ~ yang akibatnya akan menjadi jenuh dan depresi. Hal inilah yang dikritik oleh Allah bagi peshalat, sehingga mereka hanya mendapatkan rasa capek dan penat, atau orang yang berpuasa hanya mendapat rasa haus dan lapar ~ karena perbuatan yang dilakukan bukan berasal dari potensi jiwa yang baik.</big></p>
<p><big>Potensi jiwa merupakan kekuatan yang sama tuanya dengan sejarah ummat manusia, namun konsep ini baru pertama kali dikembangkan secara utuh dalam ilmu psikologi yang digagas oleh Sigmund Freud pada abad 18, atau penelitian yang di lakukan oleh Danah Zohar dan Ian Marshall tentang kecerdasan spiritual.</big></p>
<p><big>Pada awalnya, Freud menetapkan dua proses psikologis, primer dan skunder. Proses primer diasosiasikan dengan id, insting, tubuh, emosi dan bawah sadar, sedangkan proses skunder diasosiasikan dengan ego, kesadaran dan pikiran rasional. Bagi Freud, proses sekunder adalah lebih tinggi dan unggul, sehingga tidak heran pada masa itu orang banyak memuja rasionalitas, sedangkan Al Ghazali menentang dengan tegas rasionalitas yang di-agungkan oleh kaum Mu&#8217;tazilah. Al Ghazali lebih mengunggulkan konsep ilahiyah yang muncul dari pusat jiwa.<br />
<em><br />
Demi Jiwa ,serta penyempurnaanya.maka Allah mengilhamkan kepada Jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaan (QS. As Syams:7-8)<br />
</em><br />
Potensi jiwa yang baik dan potensi jiwa yang jahat dalam Alqur&#8217;an sering diungkapkan dalam bentuk berita atau menunjukkan keadaan masing-masing ~ bukan menggunakan kata perintah (amar) atau larangan ( nahyi). Hal ini menunjukkan bahwa perbuatan tadi tidak bisa dilakukan tanpa ada perasaan yang mendorong untuk berbuat. Keadaan ini yang dikatakan sebagai hal (kenyataan) yang muncul dalam jiwa, maka manusia hanya mengikuti kata jiwa tadi ~ seperti peristiwa yang dialami oleh nabi Yusuf as. <em>Wama ubarriu nafsi inna nafsa la ammaratun bis su&#8217;&#8230;.</em>dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan) , karena sesungguhnya nafsu (jiwa) itu selalu menyuruh kepada kejahatan &#8230;.(QS. Yusuf:53). Dan nafs (jiwa) yang jahat tadi merupakan potensi yang mengalir tanpa melalui proses berfikir ~ kita tinggal mengikuti alur rasa jahat tadi tanpa beban, kecuali jiwa yang telah di rahmati oleh Allah yang memiliki potensi kebaikan ~ maka rasa kebaikan itu akan muncul begitu saja, terharu tatkala disebut nama Allah, rasa kasih sayang yang tinggi menyelimuti hati, rendah hati,selalu cenderung berbakti kepada Allah serta merasakan kenikmatan dan kekhusyu&#8217;an didalam shalat, maupun beribadah lainya. Keadaan ini tidak bisa dipaksakan, sebab rasa tadi muncul dari fitrah jiwa yang dirahmati oleh Allah.<br />
<em><br />
Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah, (itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui (QS. Ar Rum: 30 )<br />
<em><br />
Fitrah manusia memiliki potensi keagamaan yang lurus, yang selaras dengan keinginan Allah, keinginan itu diaktualisasikan kedalam kitab suci, sehingga ketika orang didalam jiwanya muncul potensi ingin memuja Tuhannya, maka Allah telah membuat aturan-aturan didalam pemujaan ~ seperti shalat, dzikir,dan beramal shaleh lainnya. Seluruh aturan itu bersifat fitrah dan disepakati oleh potensi agama yang ada dalam jiwanya. keadaan jiwa orang kafirpun memiliki potensi kejiwaan untuk memuja Tuhan, akan tetapi aturan yang mereka pilih didalam memuja Tuhan menemukan cara yang ia dapati oleh doktrin agama yang mereka anut, namun rasa ingin memuja itu sudah ada dan mengalir tanpa melalui proses berfikir. Atau potensi rasa cinta seseorang yang muncul di dalam dirinya terhadap lawan jenisnya, ~ potensi ini bersifat fitrah dari Tuhan. Namun jika orang tersebut tidak mengetahui bagaimana harus mengarahkan percintaannya, maka orang tersebut bercinta tanpa aturan atau disebut berzina.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Seperti saya sampaikan diatas bahwa potensi kebaikan pada manusia sudah ada sejak ruh manusia ditiupkan oleh-Nya. Alqur&#8217;an hanya sebagai hudan (petunjuk jalan) bagi orang yang bertakwa (orang yang sudah mendapatkan ilham ketakwaan ) dzalikal kitabu laa raiba fihi hudan lil muttaqin. Maka kalau kita perhatikan, potensi-potensi jiwa tadi didalam alqur&#8217;an tidak ditulis sebagai sebuah perintah atau larangan. Alqur&#8217;an hanyak mengung-kapkan keadaan, suasana, ciri-ciri, orang-orang yang telah merasakan potensi tersebut. misalnya tentang potensi khusyu&#8217; bagi orang yang beriman dalam Alqur&#8217;an berikut ini :<br />
<em><br />
Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang khusyu&#8217; dalam shalatnya. (QS. Al Mukminun: 1-2)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Sesungguhnya orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut Nama Allah gemetarlah hati mereka , dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Nya, bertambah iman mereka dan kepada Tuhannya mereka bertawakkal (QS. Al Anfaal: 2)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Apabila Al qur&#8217;an dibacakan kepada mereka, merekapun menyungkur atas muka mereka sambil bersujud dan mereka berkata : Maha Suci Tuhan kami, sungguh janji Tuhan kami pasti dipenuhi.Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis, dan mereka bertambah khusyu&#8217; (QS. Al Isra&#8217; : 107-109)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>&#8230;..dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat allah Yang Maha Pemurah kepada mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis .. (QS. Maryam: 58)<br />
</em><br />
Pada ayat lain Allah mengungkapkan orang-orang yang memiliki potensi jahat yang muncul dalam jiwa. seperti pada surat berikut ini :<br />
<em><br />
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya&#8217; (dengan shalat itu) dihadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Nama Allah (dzikrullah) kecuali hanya sediki sekali . (QS. An nisa : 142)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka dan penglihatan mereka ditutup, dan bagi mereka siksa yang berat (QS. Al Baqarah: 7)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Dalam hati mereka ada penyakit lalu ditambah Allah penyakitnya, dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta (QS. Al Baqarah:10)<br />
</em><br />
Mari kita perhatikan bentuk ungkapan ayat-ayat diatas, baik kepada orang yang memilki potensi baik (taqwa) maupun yang berpotensi sesat (fakhsya) ~ keduanya diungkapkan dalam bentuk berita atau hal, bukan bentuk perintah atau bentuk larangan ~ karena keduanya keluar dari potensi jiwa secara fitrah. Seperti dikatakan bahwa ciri-ciri orang beriman apabila disebut Nama Allah bergetar hatinya, menyungkur dan menangis, atau Al Qur&#8217;an hanya mengatakan sungguh beruntung orang beriman yang apabila shalat selalu khusyu&#8217;, ~ hal ini tidak bisa kita mencoba memaksa menangis, bergetar hati, khusyu&#8217; dll. Demikian pula ungkapan bagi orang yang memiliki potensi jiwa jahat. Al qur&#8217;an menjelaskan kenyataan jiwa kepada kita sebagai pemandu atau barometer keadaan jiwa kita, yaitu kenyataan jiwa yang beriman dan kenyataan jiwa yang tertutup hatinya, sehingga Alqur&#8217;an disebut sebagai furqan (pembeda) atau hudan (petunjuk bagi orang yang telah mendapatkan potensi baik (taqwa) ~ dzalikal kitabu laa raiba fihi hudan lil muttaqiin.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Alqur&#8217;an sebagai furqan tentang kebaikan dan tentang kejahatan. semuanya diungkapkan dengan sangat jelas perbedaan orang yang beriman dan kafir, orang yang mendapatkan petunjuk dan orang yang mati hatinya.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Yang menjadi pertanyaan adalah, bagaimana kita bisa mendapatkan ilham kebaikan yang muncul dari potensi jiwa tersebut ??</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Untuk lebih jelasnya mari kita lihat firman Allah yang berbunyi sbb.<br />
<em><br />
Maka apakah orang-orang yang dibukakan Allah hatinya untuk ( menerima ) agama Islam lalu ia mendapat cahaya ( pencerahan) dari Tuhannya. ( sama dengan orang yang membati hatinya )? Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka yang membatu hatinya untuk mengingat Allah. mereka itu dalam kesesatan yang nyata. (.QS Az Zumar: 22)<br />
</em><br />
Ayat ini secara tegas membandingkan orang yang mendapatkan pencerahan dari Tuhannya melalui cahaya-NYa, yang akan membimbing kepada jalan ketakwaan, yaitu dengan selalu ingat kepada Allah (dzikrullah). Dan selanjutnya dikatakan bahwa orang yang mendapatkan potensi kejahatan adalah orang yang hatinya telah membatu, tidak mau mengingat kepada Allah ~ dan orang tersebut termasuk tergolong sesat. Selanjutnya mari kita buka surat berikut ini :<br />
<em><br />
Demi Jiwa serta penyempurnaannya. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketakwaannya (QS. Asy syams : 7-8)<br />
</em><br />
Di dalam Mu&#8217;jam al Fadzil Qur&#8217;anil Karim yang diterbitkan oleh Majma&#8217;ul Al Arabiyyah, kata ILHAM ditafsirkan dengan, disusupkan kedalam hati perasaan yang sensitif yang dapat dipergunakan untuk membedakan antara kesesatan dan petunjuk. Di dalam kamus Al Muhith disebutkan Al Hamahu Khaira (Allah mengilhamkan kepadanya kebaikan), yakni Allah mengajarkan kepadanya. Ibnu Atsir dalam An nihayah mengungkapkan sebuah hadist yang di riwayatkan oleh Tirmidzi, Thabari, Baihaki dari Ibnu Abbas (hadist gharib)</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu rahmat dari sisi-Mu yang mengilhamkan kepadaku dengannya petunjukku.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Kemudian Ibnu Atsir berkata: Ilham adalah Allah menyusupkan kedalam jiwa suatu perkara yang membangkitkan keinginannya untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya, dan merupakan salah satu jenis Wahyu yang Allah istimewakan dengannya siapa saja yang dikehendaki-Nya diantara hamba-hamba-Nya.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Allah telah mendatangkan ilham kepada Nabi Yusuf, tatkala nabi Yusuf menyadari bahwa dirinya tidak mampu lagi menguasai ajakan nafsunya yang terlalu kuat untuk berbuat kesalahan ~ <em>wama ubarriu nafsi inna nafsa lammaratun bissu&#8217;</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em>Dikisahkan dalam Alqur&#8217;an bahwa, Yusuf hampir saja berbuat mesum dengan wanita cantik, akan tetapi kalau tidak ada rahmat dan pertolongan melalui ilham (burhan) dari Tuhannya, maka beliau termasuk orang yang aniaya, sebagaimana tercantum dalam firman Allah :</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal dirumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata: &#8220;Marilah ke sini&#8221;, Yusuf berkata: &#8220;Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik. Sesungguhnya orang-orang yang dzalim tiada akan beruntung.<br />
<em><br />
Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusufpun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu ,andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (mukhlasin). (QS. Yusuf: 23-24 )<br />
</em><br />
Jika kita simpulkan kisah Nabi Yusuf di atas, sejak mulai beliau mengatakan bahwa dirinya tidak mempercayai nafsunya karena nafsu itu selalu saja mengajak kepada hal yang tidak baik (innan nafsa la ammaratun bissu&#8217;) kecuali nafsu yang telah mendapatkan cahaya (burhan/ pencerahan) dari Tuhannya. Dengan cahaya Ilahy itulah Nabi Yusuf dibimbing dan selamat dari perangkap gejolak Nafsunya yang buruk. Hal ini dikarenakan Nabi Yusuf telah menyerahkan dirinya kepada Allah atas kekuatan Nafsunya yang jahat, dengan mengatakan: &#8220;Aku Berlindung kepada Allah.&#8221; Sikap menyerah kepada Allah inilah yang menjadi perhatian kita, agar kita bisa merasakan bagaimana Allah mencabut rasa jahat dalam diri kita. ~ berganti menjadi iman yang keluar dari potensi jiwa yang mendapat rahmat dari Allah. Hal ini diperkuat dengan kata &#8220;mukhlasin&#8221; pada akhir ayat, sebagai obyek (maf&#8217;ul) yang diberi keikhlasan, artinya keikhlasan Yusuf itu muncul dari ilham yang mengalir dari jiwa yang dirahmati. Dan menunjukkan bahwa Yusuf bukanlah orang yang mampu mengendalikan dirinya dengan kekuatannya, akan tetapi Allahlah yang menuntun hati Yusuf sehingga dirinya tidak terjerumus kepada kejahatan.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Allah berfirman :<br />
<em><br />
Keimanan telah ditetapkan Allah kedalam &#8220;hatinya&#8221; serta dikokohkan pula Ruh dari diri-Nya (QS. Al Mujaadilah:22)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Dan Kami tunjang pula mereka dengan petunjuk, dan Kami teguhkan &#8220;hati&#8221; mereka (QS. Al Kahfi: 13-14)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Dialah Yang telah menurunkan ketentraman di dalam hati orang-orang yang beriman supaya bertambah keimanannya disamping keimanan yang telah ada ( QS. Al Fath: 4 )<br />
</em><br />
Ilham itu masuk kedalam jiwa orang itu, dan orang tersebut tinggal mengikuti gerakan jiwanya melakukan perbuatan yang baik tanpa beban. Dan Alqur&#8217;an akan mengabarkan kebenaran yang dirasakan oleh orang yang mendapatkan pengalaman beriman tersebut. begitu pula jika ilham kejahatan itu muncul, Alqur&#8217;an memaparkan secara gamblang mengung-kapkan ciri-cirinya.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Mengapa kita mendapatkan ilham kejahatan ??</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Kata ilham, saya gunakan untuk memudahkan pengertian bahwa potensi itu muncul bukan dari pikiran, sama halnya rasa iman, takwa, cinta yang berasal dari jiwa manusia.dan kepada jiwa itulah semua ilham dihembuskan, dan barang siapa mendapatkan ilham dari salah satunya maka tidak ada seorangpun yang mampu menghalau bisikan ilham tersebut, baik ilham ketakwaan maupun ilham kejahatan ~ yang sebenarnya merupakan ilmu yang datang dari Allah, karena Allahlah yang menyusupkan kedalam hati manusia. Selanjutnya tergantung peranan akal-lah yang akan memilih kepada ilham yang mana ia sukai. Allah telah membebaskan manusia untuk menentukan pilihannya, mengikuti ajaran Allah atau mengikuti ajaran syetan ~ sebab ketika kita tidak memilih Allah maka secara otomatis pembimbing hati manusia itu adalah syetan. Hal tersebut diungkapkan bagaimana proses syetan memerankan fungsinya sebagai pembimbing, yaitu tatkala Allah tidak mau lagi melihat hati manusia yang lalai ~ yaitu orang yang tidak mau mendekatkan diri (berserah) kepada Allah.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Firman Allah :<br />
<em><br />
Barang siapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah, Kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya ( QS. Az Zukhruf: 36 )</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Syaitan telah menguasai mereka lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah, mereka itu golongan syetan &#8230;.. (QS. Al Mujaadilah:19)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Tatkala manusia tidak lagi membutuhkan Allah serta tidak menempatkan Allah sebagai Tuhan dalam jiwanya, maka Syetan itulah yang menjadi penasehatnya serta memerintahkan dan menuntun kepada kejahatan. Akan tetapi ilham itu tetap berasal dari Allah, hanya saja syetan itulah yang menyelewengkan ilmu itu dari kebenaran. Misalnya ketika kita menjadi seorang ilmuwan ahli nuklir ~ ilmu yang didapat dari Allah itu akan sangat membahayakan, bilamana hati manusia yang telah mendapatkan bisikan syetan itu dimanfaatkan untuk menghancurkan alam dan manusia. Bahkan syetanpun memohon kekuatan kepada Allah seperti tercantum dalam Firman Allah: Iblis menjawab: Demi Kekuasaan Engkau, Aku akan menyesatkan mereka semua nya, kecuali hamba-hamba-Mu yang muklish diantara mereka ( QS. Shaad:82-83 )<br />
</em><br />
Ayat ini sekaligus menjelaskan bahwa syetan mengakui ketidak mampuannya menyesatkan manusia yang berserah kepada Allah secara total, karena wilayah pasrah adalah wilayah manusia tidak lagi menggunakan kekuatan dirinya akan tetapi kekuatan Allah Swt !! sebagaimana Nabi Yusuf mengatakan aku berlindung kepada Allah dengan menyerahkan jiwa dan raganya. Untuk itu tidak ada kata serta upaya kita untuk mampu menandingi kekuatan syetan yang terkutuk, karena ia juga bergantung kepada Allah serta memohon kekuatan dan kekuasaan dari Allah yang Maha Perkasa untuk menyesatkan Manusia. Alangkah naifnya kita, jika kita menggunakan akal fikiran kita untuk menghalau kejahatan jiwa kita, padahal ilham kejahatan lebih cepat datangnya sebelum kita sempat berfikir.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Sebaiknya kita menyadari keberadaan jiwa kita sedang berada wilayah mana ? Mungkinkah kita berada dalam alam ketidak patuhan kepada Tuhan, sehingga Allah murka dan menempatkan bersama syetan sebagai pemimpinnya ?</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Seperti dikatakan oleh syetan, bahwa dirinya tidak mampu menembus wilayah orang yang berserah kepada Allah.karena mereka berada dalam perlindungan Allah Yang Maha Perkasa. Jika seseorang dalam perlindungan-Nya maka secara otomatis ruhani orang tersebut dalam bimbingan Allah Swt. yaitu berupa ilham ketakwaan. dimana orang yang terbebas dari bisikan syetan ~ akan sangat mudah melakukan ibadah kepada Allah serta menerima getaran-getaran iman yang lebih dalam ~ kemudian rasa baik itu mengalir tanpa bersusah payah menekan jiwa.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Al qur&#8217;an telah memfasilitasi potensi jiwa yang takwa dengan menunjukkan caranya didalam beribadah kepada Allah, berbakti serta ingin memperjuangkan kebaikan-kebaikan yang berhubungan dengan kemanusiaan, alam, maupun ketuhanan. Dan Alqur&#8217;an memberitakan kebenaran yang di alami setiap jiwa yang merasakan keimanan dan kedalamannya. Potensi ketakwaan muncul manakala kita mampu menyerahkan diri kepada Allah dan tidak mengandalkan kemampuan dan ilmu yang kita sandang, karena kekuatan itu tidak ada gunanya dibanding ilmu syetan yang lebih luas dan &#8216;maha&#8217; licik. Karena ia mampu mengelabuhi manusia dari berbagai segi ilmu dan alam, ia mampu menguasai hati dan pikiran, dan ia bisa berjalan dan bersemayam didalam dada manusia dan membisikkannya perintah-perintah sebelum sempat manusia berfikir ~ yang terkadang disangkanya intuisi atau petunjuk dari Tuhan. Itulah kelebihan syetan yang telah mendapatkan ilmu itu dari Allah ketika permohonannya dikabulkan.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Saya akan ungkapkan ayat yang menunjukkan syetan telah mengabaikan kemauan Allah, dalam hal ini syetan tidak mau berserah atas kehendak Allah (berserah diri). Walaupun ia mengakui Allah sebagai Tuhannya dan bertauhid, ia selalu memohon pertolongan kepada Allah, Ia bermakrifat, ia mengerti hakikat, dan mengerti syariat, akan tetapi satu hal yang ia tidak mau, ketika Allah memerintahkan bersujud (menghormati) Adam ~ padahal perintah sujud ini berasal dari Tuhannya yang menciptakan. Mengapa ia tidak mau bersujud, karena ia merasa paling baik dari Adam, sebagaimana diungkapkan dalam Firman Allah:<br />
<em><br />
Allah berfirman: Hai Iblis apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa)termasuk orang yang (lebih) tinggi ?</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Iblis berkata: Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Allah berfirman: Maka keluarlah kamu dari surga, sesungguhnya kamu adalah orang yang terkutuk, Sesungguhnya kutukan-Ku tetap atasmu sampai hari pembalasan</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Iblis berkata: Ya Tuhanku, beri tanggulah aku samapai hari mereka dibangkitkan</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Allah berfirman : sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh. Sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya ( hari kiyamat)</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Iblis menjawab : Demi Kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya , Kecuali hamba-hamba-Mu yang berserah diri diantara mereka (QS. Shaad: 75-83)<br />
</em><br />
Setelah kita mengetahui bagaimana Allah murka kepada Iblis, yaitu karena iblis tidak menuruti kemauan Allah, yaitu berserah kepada kehendak-Nya yang suci. Iblis mempertahankan kemauan dirinya karena merasa paling baik dari yang lain.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Kemudian bagaimana keadaan jiwa kita sekarang, apakah peristiwa itu masih terulang kepada kita yang merasa paling baik dari yang lainnya ?? Kita disuruh merendahkan diri dihadapan Allah setulus-tulusnya (muklish) dengan tidak membawa kekuatan apapun. Dan kita adalah fakir yang tidak memiliki apa-apa, kecuali hanya pemberian Allah semata. Keadaan yang demikian inilah yang akan kita terapkan saat kita beribadah shalat maupun berdzikir kepada Allah. Hanya saja memang agak sulit jika hal tersebut langsung kita mempraktekkan ketika shalat, karena membutuhkan keadaan yang tenang yang muncul dari jiwa ~ keadaan tenang ini hanya bisa ditempuh dengan jalan berdzikir kepada Allah setiap saat sebagaimana firman Allah :<br />
<em><br />
Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat (mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman (tenang) maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa) &#8230;.( QS. An Nisa&#8217; 103 )</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Berdzikir dilakukan dengan rendah hati dan rasa takut, serta tidak mengeraskan suara : Firman Allah :</em></em></em></big></p>
<p><big><em><em><em>Dan sebutlah Nama Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut dan tidak mengeraskan suaramu, diwaktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai ( tidak berdzikir ) ( QS. Al A&#8217;raaf : 205 ).<br />
</em><br />
Selanjutnya kita akan praktekkan bagaimana berdzikir secara praktis, sehingga kita bisa merasakan bagaimana Allah menuntun kita dalam memasuki hakikat Islam yang sebenarnya, dan Allah akan mengangkat potensi jiwa yang fitrah yang selama ini tenggelam.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Mari kita mulai mempraktekkan dzikrullah dalam rangka tazkiyyatunnafs, agar Allah memperkenankan pencerahan yang mengalir kedalam jiwa kita sehingga potensi fitrah kebaikan itu menyelimuti kita.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Lakukanlah dengan cara berdiri, atau duduk dengan rileks &#8230;&#8230;</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Hadirkan jiwa anda kepada Allah yang Maha dekat dengan perasaan rendah hati ~ sampai terasa sekali keheningan muncul dan mengalir rasa kesambungan kepada Allah ~ jaga terus kesadaran anda kepada Allah ~ kemudian ucapkan bismillahirrahmanirrahim ~ asyhadu an laailahaillallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah ~ Allahumma shalli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Panggillah nama Allah ~ perlahan-lahan bersamaan dengan perasaan<br />
Ya Allaaaaaah &#8230;.<br />
Ya Allaaaaaaah &#8230;..<br />
Ya Allaaaaaaah &#8230;.<br />
Ya Allaaaaaaah. &#8230;..</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Lakukanlah berulang-ulang, sampai anda merasakan getaran jiwa anda yang menggeliat bangkit mengikat dirinya kepada Allah.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Kalau dirasa kurang bersambung ~ angkatlah kedua tangan anda pelan-pelan keatas seperti hendak berdoa dan rasakan gerakan tangan anda ~ jangan tegang kendorkan seluruh otot-otot anda, sampai terasa rileks ~ sebut nama Allah pelan-pelan dengan perasaan, ulangi jika gagal. Sebaiknya dilakukan pada tempat yang tenang atau diwaktu tahajjud, sebab terkadang ada sebagian orang yang merasa terganggu jika ada suara-suara agak bising. Akan tetapi jika anda sudah mulai terasa bersambung insya Allah suara sekeras apapun anda tidak akan terganggu &#8230;.</em></em></big></p>
<p><big><em><em>Abu Sangkan<br />
</em></em></big><em><em><br />
www.dzikrullah.com/buah pikiran menarik </em></em></p>
</div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/656/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/656/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/656/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=656&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/10/31/aturan-agama-sebagai-beban-jiwa-dari-ustadz-abu-sangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TABLIGH AKBAR &#8221; INDAHNYA SHALAT&#8221;</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/10/07/tabligh-akbar-indahnya-shalat/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/10/07/tabligh-akbar-indahnya-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Oct 2009 09:37:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=653</guid>
		<description><![CDATA[
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=653&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img class="aligncenter size-full wp-image-654" title="tabligh" src="http://shalatkhusyu.files.wordpress.com/2009/10/tabligh.jpg?w=423&#038;h=604" alt="tabligh" width="423" height="604" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/653/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/653/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=653&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/10/07/tabligh-akbar-indahnya-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://shalatkhusyu.files.wordpress.com/2009/10/tabligh.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tabligh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rekaman Ensiklopedia Islam 2009</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/22/rekaman-ensiklopedia-islam-2009/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/22/rekaman-ensiklopedia-islam-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 12:02:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=650</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah acara Ensiklopedia Islam Rahmat Semesta Alam yang disiarkan oleh Metro TV selama bulan Ramadhan kemarin telah kami rekam. Mulai edisi ini, bagi sahabat-sahabat yang berkeinginan untuk mendownloadnya kami persilakan, gratis. Format video telah kami ubah dalam format .mov , sahabat2 dapat memutarnya dengan windows media player atau windoes media player classic. Namun bagi sahabat-sahabat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=650&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah acara Ensiklopedia Islam Rahmat Semesta Alam yang disiarkan oleh Metro TV selama bulan Ramadhan kemarin telah kami rekam. Mulai edisi ini, bagi sahabat-sahabat yang berkeinginan untuk mendownloadnya kami persilakan, gratis. Format video telah kami ubah dalam format .mov , sahabat2 dapat memutarnya dengan windows media player atau windoes media player classic. Namun bagi sahabat-sahabat yang tidak sempat untuk mendownloadnya,  Insya Allah kami menyediakan versi DVD-nya, namun karena masih dalam proses editing mohon untuk bersabar&#8230;.</p>
<p>Spesial thanks to :</p>
<p>- Ustadz M. Zaini yang telah merelakan sebagian besar waktunya untuk merekam acara tersebut dengan handycam-nya.</p>
<p><a href="http://www.ziddu.com/download/6602192/B.mov.html">klik disini</a> untuk mendownloadnya</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/650/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/650/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/650/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=650&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/22/rekaman-ensiklopedia-islam-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesan dari Ustadz Abu Sangkan</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/21/pesan-dari-ustadz-abu-sangkan/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/21/pesan-dari-ustadz-abu-sangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Sep 2009 05:08:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=646</guid>
		<description><![CDATA[dibawah ini ada 2 pesan dari guru kita yaitu Ustadz Abu Sangkan yang kami peroleh dari milis dzikrullah :
Pesan Pertama :
Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh…!.
Sahabat…!.
Dimana letak Singasana Allah Yang Agung….!.
Jika kalian wahai sahabat ada disana, berarti kita satu rumah…!.
Ketika kita satu rumah…, apa kata pikiranmu…?.
Apakah kita masih mengatakan:
&#8220;Oh Tuhan-ku Yang Maha Agung…, Aku diciptakan dari api sedangkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=646&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>dibawah ini ada 2 pesan dari guru kita yaitu Ustadz Abu Sangkan yang kami peroleh dari milis dzikrullah :</p>
<p><strong>Pesan Pertama :</strong></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wabarakatuh…!.</p>
<p>Sahabat…!.<br />
Dimana letak Singasana Allah Yang Agung….!.<br />
Jika kalian wahai sahabat ada disana, berarti kita satu rumah…!.<br />
Ketika kita satu rumah…, apa kata pikiranmu…?.<br />
Apakah kita masih mengatakan:</p>
<p>&#8220;Oh Tuhan-ku Yang Maha Agung…, Aku diciptakan dari api sedangkan Adam diciptakan dari tanah…!. Ana khairun minhu khalaqtani min naarin…&#8221;<br />
Kalau masih…, maka dimanakah gerangan letak kesatuan RUH …??.<br />
Namun begitu…, tanda-tanda untuk itu masih ada dalam suasana hati kita…!!.<br />
<span id="more-646"></span><br />
Padahal katanya: &#8220;Aku ikut Allah saja…&#8221;.<br />
Akan tetapi tanpa sadar kita pecah seperti orang syariat… lainnya,<br />
Akan tetapi tanpa sadar kita pecah seperti orang hakekat… lainnya,<br />
Kalau begitu pastilah diantara kita ada yang tidak duduk dalam ketundukpatuhan….!<br />
Karena yang diperdebatkan adalah pikiran si Anu, pikiran Abu Sangkan, pikiran Deka…!</p>
<p>Kenapa kita tidak berada saja dalam satu rumah-Nya Yang Maha Dekat…!.<br />
Lalu kenapa kita tidak saling membaca dengan kerendahan hati…<br />
Bahwa syariat itu disatukan oleh apa….?.<br />
Bahwa hakekat itu juga disatukan oleh apa…?<br />
Dua-duanya ternyata disatukan oleh RUH…!.<br />
RUH lah yang membuat syariat mempunyai kedalaman makna…<br />
Dan…, RUH jualah yang membuat hakekat mempunyai keindahan aturan-aturan…</p>
<p>Coba tengoklah sejenak sejarah nenek moyang kita…!.<br />
Walau saat itu Adam, Malaikat, dan Iblis bersatu dalam Rumah-Nya Yang Maha Dekat…<br />
Walau mereka masing-masing bermakrifat kepada Allah dengan kualitas yang prima sekali…<br />
Walau Malaikat saat itu menyatakan: &#8220;Aku ikut Allah…&#8221;, namun nyaris saja mereka ikut pikirannya sendiri. Hanya kelembutan Allahlah yang menyelamatkan Malaikat dari keangkuhan pikirannya sendiri…</p>
<p>Walau Iblis saat itu menyatakan: &#8220;Aku ikut Allah…&#8221;, namun saat itu (bahkan sampai kapanpun) iblis ternyata masih keukeuh (ngotot) memakai fikirannya sendiri:</p>
<p>&#8220;Ana khairun minhu khalaqtani min naarin…&#8221;, katanya angkuh.</p>
<p>Lalu ada apa dengan kita…, wahai sahabat…?.<br />
Kalau kita berani mengatakan : &#8220;Aku ikut Allah…&#8221;,<br />
Lalu kenapa kita tidak mau ikut alur PIKIRAN ALLAH….?.</p>
<p>Dan tidaklah PIKIRAN ALLAH itu melainkan Al Qur&#8217;an…,<br />
Dan tidaklah PIKIRAN ALLAH itu melainkan Syariat…,</p>
<p>Malaikat akhirnya ikut PIKIRAN ALLAH, dengan sujud menghormat kepada Adam…<br />
Karena malaikat sadar ada RUH (milik) TUHAN yang meliputi Adam…<br />
Dan bersujud, patuh, serta bertasbih itulah bentuk kepatuhan Malaikat dalam bersyariat…</p>
<p>Akan tetapi…, Iblis malah memilih untuk TETAP ikut pikirannya sendiri…<br />
Akibatnya Sang Iblis dalam wilayah kemakrifatannya kepada Allah, justru jatuh menjadi makhluk yang sama sekali tidak bersyariat…</p>
<p>Semoga dalam Ramadhan ini kita semua berada dalam wilayah BUKAN syetan…<br />
Wilayah yang BUKAN pikiran kita sendiri.</p>
<p>Oleh sebab itu, selama ramadhan ini targetkan dan raihlah agar kita berada diwilayah:</p>
<p>&#8220;Aku mau ikut Allah,<br />
Dan …, Aku mau pula ikut PIKIRAN ALLAH…,<br />
yaitu Al Qur&#8217;an dan Syariat (sunnah)…!&#8221;.<br />
Inilah suasana Idul Fitri yang sebenarnya…!.<br />
Suasana Kesadaran RUH…!.<br />
Yang membuat Mailaikat harus sujud…!</p>
<p>Abu Sangkan</p>
<p><strong>Pesan Kedua :</strong></p>
<p>Ass wr wb, saudaraku tercinta, seandainya hati kita selalu seperti hari raya Idul Fitri.<br />
Rasanya tidak perlu ada nasehat dan perdebatan yg sia-sia antar kita, hati menjadi terang dan bebas., dan fitrah kita memang selalu cenderung baik. Dengan nasehat apalagi yg harus diciptakan, padahal Alqur&#8217;an telah turun sebagai penasehat yg sangat mulia. Mari kita pertahankan Iedul fitri dalam jiwa kita. Maka tidak akan ada perbedaan dalam aliran Islam, satukan kepala kita dalam rukuk dan sujud, satukan hati kita dalam takbiratul ihram, Allahu Akbar..Allahu Akbar Allahu Akbar walillahil hamd.<br />
(Salam Abu Sangkan dan Istri)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/646/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/646/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/646/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=646&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/21/pesan-dari-ustadz-abu-sangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8230;.idul fithri&#8230;..</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/19/idul-fithri/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/19/idul-fithri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 15:05:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=644</guid>
		<description><![CDATA[Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Di dunia nyata, dalam segala gerak..
Di sepanjang nafas Dan langkah..
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin
admin
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=644&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><em><strong>Fitrah sejati adalah meng-Akbarkan Allah..<br />
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..<br />
Di dunia nyata, dalam segala gerak..<br />
Di sepanjang nafas Dan langkah..<br />
Semoga seperti itulah diri Kita di Hari kemenangan ini..<br />
Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin</strong></em></p>
<p>admin</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/644/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=644&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/19/idul-fithri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tabligh Akbar</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/19/tabligh-akbar-2/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/19/tabligh-akbar-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2009 14:58:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=640</guid>
		<description><![CDATA[HADIRI! TABLIGH AKBAR INDAHNYA SHALAT KE II bsm Ust. ABU SANGKAN (GRATIS)



Penyelenggara:

SHALAT CENTER YOGYAKARTA



Jenis:

Pendidikan &#8211; Grup Belajar



Jaringan:

Global







Tanggal:

25 Oktober 2009



Waktu:

8:00 &#8211; 16:30



Tempat:

JOGJA EXPO CENTER (JEC) Lantai 1



Nama Jalan:

Jl. Janti















Telepon:

0274375324



Email:

yogyakarta@shalatcenter.com 




       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=640&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h3>HADIRI! TABLIGH AKBAR INDAHNYA SHALAT KE II bsm Ust. ABU SANGKAN (GRATIS)</h3>
<table id="Event Info" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Penyelenggara:</td>
<td>
<div><a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=58853037591">SHALAT CENTER YOGYAKARTA</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Jenis:</td>
<td>
<div><a href="http://www.facebook.com/search/?o=4&amp;sfxp=1&amp;c1=3">Pendidikan</a> &#8211; <a href="http://www.facebook.com/search/?o=4&amp;sfxp=1&amp;c1=3&amp;c2=16">Grup Belajar</a></div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Jaringan:</td>
<td>
<div>Global</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table id="Waktu dan Tempat" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Tanggal:</td>
<td>
<div>25 Oktober 2009</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Waktu:</td>
<td>
<div>8:00 &#8211; 16:30</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Tempat:</td>
<td>
<div>JOGJA EXPO CENTER (JEC) Lantai 1</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Nama Jalan:</td>
<td>
<div>Jl. Janti</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table id="Info Kontak" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td>Telepon:</td>
<td>
<div>0274375324</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td>Email:</td>
<td>
<div><a href="mailto:yogyakarta@shalatcenter.com">yogyakarta@shalatcenter.com </a></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/640/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/640/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/640/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=640&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/09/19/tabligh-akbar-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>think simply</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/07/12/think-simply/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/07/12/think-simply/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2009 09:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=636</guid>
		<description><![CDATA[sering kita merasakan sesuatu kekhawatiran akan sesuatu hal, dan biasanya nih nggak jauh-jauh amat dengan urusan duniawi.  setelah anak lulus sekolah&#8230; bingung dan khawatir kemana anak kita akan dikolahkan, sudah tanggal toea&#8230;. persediaan kas keluarga menipis&#8230;.khawatir lageee. sebenarnya yang membuat khawatir dan bingung itu apa seh??? kita gak sadar, bahwa selama ini kita dipermainkan oleh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=636&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>sering kita merasakan sesuatu kekhawatiran akan sesuatu hal, dan biasanya nih nggak jauh-jauh amat dengan urusan duniawi.  setelah anak lulus sekolah&#8230; bingung dan khawatir kemana anak kita akan dikolahkan, sudah tanggal toea&#8230;. persediaan kas keluarga menipis&#8230;.khawatir lageee. sebenarnya yang membuat khawatir dan bingung itu apa seh??? kita gak sadar, bahwa selama ini kita dipermainkan oleh pikiran kita sendiri&#8230;bayangan kita sendiri. padahal belum tentu juga apa yang dikhawatirkan tersebut akan benar-benar terjadi&#8230;nah lho, akhirnya stress sendiri.  coba kalo kita perhatikan sodara2 kita yang tinggal di desa2.. kebanyakan hidup mereka tenang..damai, padahal mereka juga punya permsalahan seperti kita, hanya beda kadarnya saja. apa resepnya??? rupanya mereka punya prinsip hidup yang wooooowww&#8230;<em><strong>semeleh dalam menghadapi hidup</strong></em> mereka. mereka gak dipusingkan dengan pikiran pikiran liarnya, &#8216;pejah gesang nderek gusti&#8217; (hidup mati diserahkan Allah), sederhana kan cara berpikir mereka??? gitu aja kok repot&#8230;.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/636/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/636/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/636/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=636&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/07/12/think-simply/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Puncak kenikmatan</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/10/puncak-kenikmatan/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/10/puncak-kenikmatan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Jun 2009 17:07:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/10/puncak-kenikmatan/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak dari kita beranggapan kalo puncak kenikmatan adalah ketika kita memiliki sesuatu yg paling diinginkan, rumah mewah ato mobil misalnya. Coba perhatikan misalnya keinginan tsb terwujud, berapa lama rasa nikmat muncul, sehari, sbulan ato stahun? Tdk langgeng rupanya, ada expired date-nya trnyata. Terus apa lagi yg akan kita kejar, apa cukup hanya kenikmatan duniawi belaka? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=635&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Banyak dari kita beranggapan kalo puncak kenikmatan adalah ketika kita memiliki sesuatu yg paling diinginkan, rumah mewah ato mobil misalnya. Coba perhatikan misalnya keinginan tsb terwujud, berapa lama rasa nikmat muncul, sehari, sbulan ato stahun? Tdk langgeng rupanya, ada expired date-nya trnyata. Terus apa lagi yg akan kita kejar, apa cukup hanya kenikmatan duniawi belaka? Kenapa gak mncari kenikmatan ruhani sbg kenikmatan yg hakiki. Hayya alaa falaa.. </p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/635/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/635/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/635/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=635&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/10/puncak-kenikmatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SMS dari Ustadz Abu Sangkan</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/08/sms-dari-ustadz-abu-sangkan/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/08/sms-dari-ustadz-abu-sangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Jun 2009 01:08:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/08/sms-dari-ustadz-abu-sangkan/</guid>
		<description><![CDATA[Ketika tdk ada keterikatan dan sadar Allah tmpat kmbali, trnyata musibah hnyalah utk mngintai keadaan rmh kita yg sbenarnya. Dan btapa indahnya kjadian itu krn dsaat itu kt dtnjukkan keadaan iman kita. Kita sdang dlm posisi itu atau tdk. Maa ashaba min musibatin illa bi iznillah waman yu&#8217;min billah yahdi qalbahu.
     [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=634&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ketika tdk ada keterikatan dan sadar Allah tmpat kmbali, trnyata musibah hnyalah utk mngintai keadaan rmh kita yg sbenarnya. Dan btapa indahnya kjadian itu krn dsaat itu kt dtnjukkan keadaan iman kita. Kita sdang dlm posisi itu atau tdk. Maa ashaba min musibatin illa bi iznillah waman yu&#8217;min billah yahdi qalbahu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/634/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/634/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/634/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=634&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/08/sms-dari-ustadz-abu-sangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jawaban ustadz abu sangkan terhadap abu umamah</title>
		<link>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/03/jawaban-ustadz-abu-sangkan-terhadap-abu-umamah/</link>
		<comments>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/03/jawaban-ustadz-abu-sangkan-terhadap-abu-umamah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2009 11:24:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>guswib</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://shalatkhusyu.wordpress.com/?p=631</guid>
		<description><![CDATA[Dibawah ini petikan jawaban Ustadz Abu Sangkan terhadap Abu Umamah yang masuk ke email saya. Selengkapnya adalah :
Abu Sangkan mengenai Abu Umamah
Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wa barakatuh
Asyhadu an laa ilaha illa Allah wa asy hadu anna Muhammadarrasulullah
Allahumma shalli &#8216;ala Muhammad wa &#8216;ala ali Muhammad
Dewasa ini saya sering tidak menangapi ulasan-ulasan saudara sesama muslim mengenai mengenai ajaran shalat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=631&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dibawah ini petikan jawaban Ustadz Abu Sangkan terhadap Abu Umamah yang masuk ke email saya. Selengkapnya adalah :</p>
<p>Abu Sangkan mengenai Abu Umamah<br />
Assalamu&#8217;alaikum warahmatullahi wa barakatuh<br />
Asyhadu an laa ilaha illa Allah wa asy hadu anna Muhammadarrasulullah<br />
Allahumma shalli &#8216;ala Muhammad wa &#8216;ala ali Muhammad<br />
Dewasa ini saya sering tidak menangapi ulasan-ulasan saudara sesama muslim mengenai mengenai ajaran shalat khusyu&#8217; dan karya-karya saya berupa buku-buku yang saya tulis. Terkadang terasa tidak adil dan tidak bijak, karena didalam mengulas karya-karya buku saya dibutuhkan pemikir an yang baik.<br />
Namun saya berbesar hati didalam menanggapi hal ini, asalkan tidak menjadi sebuah permusuhan yang mengarah kepada perpecahan. Persoalan ini karena perbedaan persepsi dan pemahaman saja. Saya dapat memakluminya, karena ini terjadi akibat latar belakang ilmu dan pengalaman, serta kedewasan sebagai orang Islam. Saya sangat senang dan terbuka dengan adanya bantahan dan tanggapan, terlebih kalau dilakukan dalam forum diskusi yang diselengarakan didepan publik. Melalui cara itu, mereka akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan jelas dari sebuah pemaparan, karena bahasa tulisan terkadang kurang mewakili dari maksud yang dikandung.<br />
Namun demikian saya tetap akan memberikan tanggapan ringan saja, buat pembaca buku-buku saya, terutama kepada saudara Abu Umamah yang dengan semangat mengecam dan menganggap sesat karya-karya saya. Saya hanya mengharap kepada Abu Umamah, tetap teguh berjuang menegakkan keadilan. Saya salut terhadap beliau, karena semangatnya dalam memurnikan ajaran Islam dengan gigih, meskipun terkadang kurang pandai mengemas dengan akhlak yang baik.</p>
<p><span id="more-631"></span>Saya sangat faham mazhab yang dianut Abu Umamah yang menyebutnya dirinya sebagai Ahli Sunnah Waljama&#8217;ah atau seorang salafi. Karena saya juga pernah belajar hal serupa sehingga saya bisa mengerti kemana arah pemikiran dan manhaj-nya. Pertentangan ini bukan hal yang baru bagi saya dan umat Islam telah mengalaminya selama berabad-abad. Ini hanya berganti generasi saja. Misinya cukup simple, yaitu memberantas TBC, yaitu tahayyul, bid&#8217;ah dan churafat (baca: khurafat).<br />
Pertentangan ini bukan hal yang baru terjadi didunia Islam. Sejarah telah mencatat munculnya pertentangan yang terjadi di Indonesia seperti kaum Nahdhiyyin (KH Hasyim Asy &#8216;ari) dan kelompok Muhammadiyah (KH. Ahmad Dahlan) maupun dari Persis (A. Hasan). Persoalan yang dianggap bid&#8217;ah seperti qunnut, yasinan, tahlilan, baca barzanji, baca shalawat nabi dan lain sebagainya, adalah topik utama mereka. Namun perkembangan sekarang ketiga kelompok tersebut sudah terlihat saling menghormati setelah informasi semakin canggih.<br />
Saya masih ingat pada waktu kecil, kaum Muhammadiyyah membid&#8217;ahkan kaum Nahdhiyyin (NU) shalat tarawih 23 rakaat, sedangkan kaum Muhammadiyyah 11 rakaat. Namun sekarang sudah tidak menjadi masalah, karena di Saudi Arabiyyah melakukan 23 rakaat. Demikian juga persoalan adzan Jum&#8217;at yang dilakukan oleh Nahdhiyyin dua kali adzan sedangkan kaum Muhammadiyyah satu kali adzan. Ternyata di Saudi Arabiyyah melakukan dua kali adzan. Padahal Nabi melakukan shalat tarawih dimasjid hanya 3 hari, selebihnya dilakukan dirumah.<br />
Dan yang uniknya lagi, imam Masjidil Haram membaca qunnut didalam akhir Ramadhan namun diselipkan doa-doa yang tidak berasal dari Nabi, terbukti ia menyebutkan kata-kata Allahumma dammir Amerika, Israil. Padahal didalam ibadah tidak boleh menambah-nambah ibadah yang tidak diajarkan oleh Nabi. Demikian juga doa-doa dalam tawaf, tenyata banyak yang dibuat oleh para ulama&#8217;, padahal tawaf adalah peribadatan yang ditetapkan sunnahnya. Dan orang-orang Saudi menggunakan alat dzikirnya meniru orang-orang Budha dan Katolik (rosario), yaitu biji tasbih made in China.<br />
Dan mengenai penyusunan mushaf Al qur&#8217;an, awalnya para sahabat mengalami perdebatan keras, terutama Zaid sekretaris Nabi. Karena Nabi tidak memerintahkan membukukan Al qur&#8217;an yang berserakan dan tertulis di pelepah korma, kulit kambing dan lain sebagainya.<br />
Tuduhan-Tuduhan Abu Umamah<br />
Saya sangat mengenal konsep pemikiran Abu Umamah dalam melancarkan setiap tuduhan-tuduhan yang berbeda pandangan dengan dia. Saya kira dia hanya kurang faham mengenai pemaparan buku-buku saya, karena memang harus memilki ilmu pendukung untuk mampu memahami karya saya.<br />
Didalam memahami tanggapan tulisan-tulisan saya, harus siap membuka hati dan pikiran. Dibutuhkan kejujuran dan kebersihan hati, bukan dilandasi karena emosi dan kebencian. Watawa saubil haq watawa saubish shabri &#8230;<br />
Walaupun saya belajar ilmu tasawuf, tapi saya bukanlah orang tasawuf. Walaupun saya belajar ilmu salafi, tetapi saya bukanlah orang salafi. Walaupun saya belajar ilmu filsafat, tetapi saya juga bukan orang filsafat. Walaupun saya belajar ilmu meditasi tetapi saya menolak meditasi. Saya hanyalah orang biasa yang menjalankan shalat lima waktu, bersyahadat, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan dan menunaikan ibadah Haji ke Baitullah. Bagi saya ini sudah cukup dan tidak keluar dari ajaran Islam. Adapun kekurangan didalam menjalankan syariat, saya berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhinya sehingga tidak ada kata berhenti untuk belajar. Termasuk saya pun mempelajari cara berfikir Abu Umamah, tapi saya tidak akan seperti Abu Umamah.</p>
<p>Abu Umamah menuduh Saya sebagai Pencipta Ajaran Shalat.<br />
Hal ini jauh dari kenyataan. Seharusnya saya sudah diusir dari masjid-masjid besar kalau benar-benar saya menyimpang. Padahal saya mengadakan pelatihan shalat di adakakan di halayak ramai, bukan ditempat yang tersembunyi. Bahkan saya sudah memberikan pemaparan shalat khusyu&#8217; dihadapan MUI Banjarmasin, Singapura, Hongkong, Jepang, Malaysia, Australia, dan seluruh Indonesia. Dan alhamdulillah mereka setuju dengan konsep pengajaran yang dilandasi syariat yang kuat. Karena Abu Sangkan tidak merubah shalat yang sudah menjadi hukum mahdhah. Justru saya mengajak untuk mengahayati setiap gerakan dan bacaan dalam shalat, seperti meluruskan punggung ketika ruku&#8217;, berdiri tuma&#8217;ninah, sujud sempurna. Seluruh metode, saya ambil dari cara Rasulullah mengajarkan shalat kepada para sahabat . Pada waktu itu, Nabi selalu menegur langsung ketika sujudnya terlalu cepat seperti burung mematuk makanan. Semuanya saya latih diluar shalat, sebagaimana umumnya orang memiliki metode membaca Al qur&#8217;an.<br />
Mungkin, Abu Umamah terganggu dengan istilah &#8220;meditasi&#8221;, sehingga ia mengira saya memasukkan unsur meditasi dalam shalat. Padahal istilah meditasi itu bukan ajaran agama Hindu. Kata meditasi itu sendiri berasal dari bahasa Inggris, bukan bahasa India, yang berarti berdoa (praying), atau menenangkan pikiran. Sedangkan kata atau istilah berdo&#8217;a, beribadah, beriman dan lain sebagainya, telah menjadi dan digunakan oleh agama-agama lain di Indonesia. Hal ini tidak bisa dipungkiri kenyataannya.<br />
Dari sisi marketing, buku shalat khusyu diminati orang-orang yang belum shalat, karena ada kata meditasi. Hal ini terinspirasi oleh ulama di Jawa masa Wali Songo yang mengganti kata &#8220;shalat&#8221; dengan &#8220;sembahyang&#8221;, untuk menarik minat agar orang-orang Hindu ikut sembahyang (shalat) di masjid. Dan dihalaman masjd, dibuat pintu masuk berupa gapura yang berasal dari kata &#8220;pura&#8221; (tempat sembahyang orang Hindu). Namun maknanya diganti menjadi ghafura dari bahasa Arab, yang berarti pengampunan (jawa: ngapura). Dan lihatlah bangunan masjid di Demak dan masjid-masid di Jawa terlihat kental dengan unsur arsitektur Hindunya.<br />
Kata &#8220;meditasi&#8221; sama dengan kata &#8220;spiritual&#8221; yang sering dugunakan orang-orang Islam. Karena bahasa tidak bisa diklaim oleh salah satu agama saja. Sama halnya ketika anda melihat bangunan gedung pemerintahan di Kremlin yang menggunakan kubah dan menara masjid. Kalau orang tidak tahu, pasti terkecoh dikira masjid. Atau malah sebenarnya terbalik, kubah dan menara bukanlah hasil karya arsitek muslim. Karena gereja-gereja pada masa Konstantinopel sudah menggunakan kubah. Yang paling unik adalah kata &#8220;menara&#8221; ternyata berasal dari kata &#8220;naarun&#8221;, yang berarti api. Sedangkan menara dulunya adalah tempat api persembahyangan kaum Majusi.<br />
Apakah seseorang dilarang, jika sebelum shalat melatih diri untuk belajar berdiri dengan tenang ketika shalat? Menenangkan pikiran agar tidak ngelantur kemana-mana. Padahal saat shalat, kita sedang berhadapan dengan sang Khalik. Berarti kesadaran jiwa dan pikiran harus terfokus kepada yang disembah, yaitu Allah. Sedangkan orang Budha terfokus kepada sang Bodha Gautama, orang Kristiani terfokus kepada Yesus Kristus.<br />
Perhatian saya dalam pelatihan shalat khusyu adalah agar bagaimana hati dan pikiran selalu berhubungan dengan Allah, bukan kepada selain Allah. Termasuk melatih agar tidak mudah melamun. Kenyataan ini telah menjadi keluhan hampir seluruh masyarakat Islam. Mengapa Abu Umamah hanya mementingkan segi fisik saja, sementara ruhiyah diabaikan. Padahal Allah hanya menerima shalat seseorang dilandasi keikhlasan (mukhlishina lahu addien). Sebagaimana kisah orang Arab Badui yang mengaku beriman, ternyata baru sampai kulit luarnya saja, sehingga Allah menurunkan ayat berikut ini :<br />
Dan orang-orang Arab Badui berkata: Kami telah beriman, katakanlah (kepada mereka) kamu belum beriman, tetapi katakanlah kami tunduk, karena iman itu belum masuk kedalam hatimu (QS. Al Hujuraat,49:14)<br />
Dan sebuah hadist menegaskan :<br />
Anta&#8217;buda ka annaka tarahu fainlam takun tarahu fa innahu yaraka<br />
Beribadahlah seolah engkau melihat Allah, kalau engkau tidak mampu melihat Nya, sesungguhnya Dia melihat engkau ( Al hadist shahih ).<br />
Dan Allah melarang shalat seperti shalatnya orang-orang munafik, karena dilakukan dengan perasaan malas dan pikirannya tidak terfokus kepada Allah kecuali hanya sedikit. Mereka shalat karena dilandasi ingin dilihat orang lain (riya&#8217;).<br />
Perbuatan riya&#8217; dan munafik itu adanya dihati, karena ternyata orang munafik juga shalat<br />
Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah,dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya&#8217; (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut nama Allah kecuali hanya sedikit (QS. An Nisa,4:142)<br />
Abu Umamah hanya kurang peka terhadap tulisan-tulisan saya dalam menyampaikan hadist-hadist yang saya uraikan dalam bentuk praktek. Dikira saya mengarang shalat kreasi baru. Terbukti jamaah saya shalat dimana-mana tidak ada yang aneh. Dan saya pun telah menjadi imam shalat dihadapan ribuan jamaah, namun mereka tidak ada yang protes. Seandainya Abu Umamah bisa menyempatkan shalat berjamaah dengan saya, pasti tidak akan terjadi perdebatan seperti ini. Tetapi tidak apa-apa, insya Allah suatu waktu akan berjumpa dalam shalat bersama.<br />
Kesimpulan dari persoalan pelatihan shalat khusyu&#8217;.  Selama tidak ada larangan dari Nabi, berarti kebolehan. Yang dilarang adalah merubah syariat shalat. Termasuk bacaan shalat dirubah menjadi bahasa Indonesia, seperti yang dilakukan oleh Yusman Roy dari Malang (Perdebatan via Teleconference  antara Abu Sangkan dengan Yusman Roy di Metro TV).<br />
Ditegaskan disini, shalat diawali dengan niat lalu takbir sampai salam. Diluar itu bukanlah shalat. Maka kegiatan pelatihan shalat bukanlah shalat, tetapi hanya latihan. Bagaimana menurut Anda, sebelum memasuki  takbir, bolehkan kita melakukan kegiatan oleh raga, tertawa, atau baca buku? Atau setelah menyelesaikan salam, bolehkan kita melakukan kegiatan gerakan-gerakan bebas seperti melompat dan berlari. Selama itu tidak dilakukan didalam shalat, maka itu bebas (boleh) bukan mengada-mengada soal agama. Tetapi kalau kegiatan itu dilakukan didalam shalat, maka itu bid&#8217;ah. Semoga Abu Umamah memahami arti bid&#8217;ah dalam beribadah.<br />
Tuduhan bahwa Abu Sangkan Penganut Wihdatul Wujud<br />
Didalam buku saya &#8220;Berguru Kepada Allah&#8221;. Pada bab misteri Al hallaj,  saya justru  meluruskan ajaran Al hallaj yang kurang sempurna. Karena Al Hallaj tidak mampu melepaskan kesadarannya, sehingga tidak bisa membedakan mana Allah dan mana dirinya. Inilah yang dinamakan ittihad (penyatuan).<br />
Kesimpulan saya pada bab ini, adalah manusia pada awalnya tidak ada dan akan kembali tidak ada. Yang kekal hanyalah Allah semata. Kullu man &#8216;alaiha faan &#8230;. wa yabqa dzul jalali wal ikram &#8230; Apakah ayat ini ada yang salah?. Siapakah sebenarnya yang kekal abadi ?. Namun kalau difahami dengan benar, saya sependapat dengan pejelasan Imam Al ghazaly, bahwa Al hallaj tidak mengaku Allah. Dia hanya membaca ayat yang berbunyi :<br />
innani Ana Allah laa ilha illa ana fa&#8217;budnii &#8230;.<br />
Sungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang Haq) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.(QS. Thaha 20:14)<br />
Saya hanya menganggap Abu Umamah khilaf dan kurang teliti membaca bab ini. Pikirannya terlalu dipenuhi kecurigaan dan hatinya bergejolak kurang tenang. Dan ilmu tidak akan bisa masuk kepada orang yang hatinya tidak dipenuhi cahaya Ilahy.<br />
Pada bab-bab sebelumnya, banyak ayat-ayat mutasyabihat yang saya kutip. Dan saya tidak berani menafsirkan ayat-ayat tersebut dengan pikiran saya. Saya hanya membiarkan ayat-ayat mutasyabihat tersebut apa adanya, seperti kalimat yadullah (kedua tangan-Ku). Melihat uraian ini, Abu Umamah tidak faham. Dikira saya membuat pernyataan &#8220;mentashbihkan&#8221; (menyerupakan) Allah dengan tangan manusia. Sama sekali tidak !! Ayat-ayat mutasyabihat hanya bisa difahami oleh hati orang yang bertakwa. Alif laam mim &#8230; dzalikal kitabu laa raiba fiihi hudan lil muttaqien &#8230;. Tidak ada satu dalilpun yang mengatakan, bahwa para sahabat menanyakan arti ayat-ayat mutasyabihat kepada Rasulullah dan Beliau tidak memberikan tafsir ayat-ayat mutasyabihat.<br />
Didalam surat Al anfal ayat 17, Allah berfirman :<br />
Maka bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar.<br />
Pada ayat ini, apakah Rasulullah dianggap seperti Al Hallaj atau wihdatul wujud?. Jika ditanya: &#8220;Wahai Rasulullah, siapakah yang membunuh dan melempar panah ketika engkau membidik panah?&#8221;. Kira-kira apa jawaban Beliau &#8230;.?? Kalau Beliau menjawab sesuai dengan ayat diatas, pastilah Beliau akan mengatakan, &#8220;Allahlah yang melempat panahku &#8230;..&#8221;<br />
Masihkah Anda menuduh saya wihdatul wujud, yang Anda sendiri tidak paham persoalan ini?.</p>
<p>Tuduhan bahwa Abu Sangkan Menganut Sinkretisme<br />
Mungkin Abu Umamah kurang paham arti sinkretisme, sehingga saya dianggap menganut faham ini. Tidak ada satupun ajaran tersebut dalam buku saya. Justru saya hanya prihatin melihat kemunduran umat islam selama berabad-abad.<br />
Mengapa orang-orang Eropa mampu menemukan sains modern dan mampu menciptakan teknologi canggih?. Ternyata mereka perduli terhadap fenomena alam yang luar biasa, yang memberikan pelajaran bagi manusia. Padahal mereka tidak mengenal Al qur&#8217;an.  Namun mereka telah memanfaatkan kemampuan berfikirnya dan akal sehatnya untuk meneliti gejala alam yang terhampar luas. Mulai dari energy listrik, nuklir, mineral, bahan kimia, ilmu aerodinamika, biologi, psikologi, neurologi, astronomi, mesin diesel, kapal selam dll. Hampir semuanya dikuasai oleh mereka. Sementara umat Islam hanya diam tidak turut terlibat mengamati sumber alam yang penuh manfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Tanpa disadari hasil penemuan mereka dimanfaatkan oleh umat Islam seluruh dunia, termasuk negara-negara Arab, meminta bantuan Amerika untuk pengeboran minyak, mengolahnya, bahkan menjualkannya.<br />
Padahal Al qur&#8217;an telah memberikan wacana berfikir kepada kita, agar tidak ketinggalan dalam ilmu pengetahuan. Sebagaimana disebutkan ayat-ayat berikut ini :</p>
<p>Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu terdapat pelajaran bagimu, Kami memberimu minum dari pada apa yang berada dalam perut (berupa) susu yang bersih antara tahi dan darah,yang mudah ditelan bagi orang yang hendak meminumnya (QS.An Nahl,16:66)<br />
Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata. Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (QS. Qaaf,50:7-8)<br />
Sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah bagi orang-orang yang beriman. Dari pada penciptaan Kamu dan binatang-binatang yang melata yang bersebar (dimuka bumi) terdapat ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi kaum yang yakin. Dn pada pergantian malam dan siang serta hujan yang diturunkan Allah dari langit sebagai rezeki lalu dihidupkan-Nya bumi sesudah matinya dengan air hujan itu,dan pda perkisaran angin terdapat pula ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah bagi mereka yang berakal. Itulah ayat-ayat Allah, Kami memebacakannya kepadamu sebenarnya,maka dengan perkataan manakah lagi mereka akan beriman sesudah (kalam) Allah dan ayat-ayat-Nya. (QS. Al Jastsiyah,45:3-6)<br />
Dalam ayat-ayat diatas terdapat kandungan peringatan untuk umat Islam. Disamping mereka diharuskan membaca Al qur&#8217;an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, namun diperintahkan pula untuk memikirkan ciptaan Allah sebagai pelajaran. Namun fakta yang terjadi sangat ironis, justru orang-orang kafirlah yang menguasai ilmu pengetahuan, seperti peternakan, geologi, geofisika vulkanologi  dan lain sebagainya. Apakah saya disebut sebagai penganut sikretisme kalau saya memahami ilmu-ilmu tersebut? Bukankah saudara Umamah tidak sadar, bahwa ilmu-ilmu tersebut adalah ciptaan Allah dan kita diperintahkan untuk mengambil sebagai pelajaran?</p>
<p>Ulasan-ulasan yang tidak difahami oleh Abu Umamah dalam bukunya Mengenal Lebih Dekat dengan Abu Sangkan halaman 84.<br />
Sangat kelihatan Abu Umamah tidak membaca dengan baik tulisan-tulisan saya;<br />
Padahal uraian saya adalah sebuah kesimpulan dari hadist-hadist nabi yang menyuruh kita shalat dengan serius dan thumaninah dan tidak terburu-buru. Selanjutnya dipraktekkan sebagaimana saya tulis dalam buku saya halaman 58-59.<br />
Padahal semua yang dipraktekkan adalah tuntunan Nabi yang saya jadikan metodologi. Seperti berdiri thumaninah, rukuk, sujud dan tahiyyat. Semuanya dilakukan dengan tenang dan rendah hati. Pertanyaanya adalah :<br />
Apakah dilarang berdiri sehingga tulang-tulang dan sendi-sendi dalam tubuh kita rileks dan tidak tegang ketika shalat ?<br />
Apakah dilarang pikiran hening didalam shalat? Mengapa tidak tidak menyalahkan orang yang pikirannya melamun dan ngelatur kemana-mana ketika shalat? Bukankah itu lebih bid&#8217;ah,  karena pikiran Rasulullah tidak pernah melamun dalam shalat.<br />
Apakah dilarang ketika hati kita hadir dalam shalat, sementara banyak orang shalat tetapi hatinya tidak hadir?<br />
Apakah dilarang memperbagus shalat dan wudhu&#8217; seseorang dengan dibarengi hatinya ingat kepada Allah, sementara banyak orang berwudhu yang tidak menghayati wudhu&#8217;nya sehingga tidak ubahnya mencuci muka biasa?.<br />
Apakah salah orang shalat harus dilakukan dengan kesadaran ?<br />
Sementara Abu Umamah menyalahkan persoalan-persoalan ini.<br />
Kesimpulan dari uraian Umamah, bisa diketahui bahwa dia shalat namun pikirannya tidak tenang, karena ia melarang orang shalat pikirannya hening. Dan shalatnya tidak dilakukan dengan tenang dan tumakninah, karena ia melarang melatih tulang-tulang kembali pada tempatnya. Justru dialah yang yang tidak menjalankan sunnah Nabi, karena yang saya tulis adalah sunnah Nabi dalam mengajarkan shalat kepada para sahabat.<br />
Tolong pelajari lagi hadist-hadist yang memerintahkan untuk sadar dalam shalat, membetulkan tulang-tulangnya sehingga lurus dan tenang didalam setiap gerakan rakaat maupun bacaannya.<br />
Semua hadist yang menyangkut shalat khusyu&#8217; sudah saya himpun dan saya susun menjadi pelajaran bagi yang shalatnya terburu-buru dan pikirannya melayang-layang, dan ini perlu dilatih. Bagi yang tidak mau latihan jangan mengusik orang yang sedang belajar. Melarang orang belajar shalat sama halnya orang-orang Yahudi yang menghalang-halangi shalat, hanya saja dikemas dengan perkataan &#8220;bid&#8217;ah&#8221;, agar tidak terlihat menghalangi orang-orang yang sedang belajar shalat. Kalau memang Abu Umamah orang Islam yang benar, pasti dia akan mendatangi rumah saya dan berdiskusi dengan baik dan penuh akrab dan shilaturrami. Dengan diawali dengan  shalat berjamaah tentunya. Inilah akhlak Islam yang sebenarnya yang banyak dilakukan kaum sufi yang bersih hatinya.</p>
<p>Abu Umamah mengaku Ahli Sunnah Waljama&#8217;ah ?<br />
Saya belum percaya seratus persen kalau Abu Umamah adalah ahli sunnah wal jamaah. Mengapa demikian? Karena yang saya tahu jumlah hadist Rasulullah dikeluarkan dan diriwayatkan berjumlah puluhan ribu bahkan jutaan jumlahnya. Itupun masih tergantung kedudukan keshahihannya. Dan berapa jumlah hadist yang shahih, hasan, mutawatir, masyhur, muan&#8217;an, mudhayyaq, musalsal, ahad, gharib, munqati&#8217;? Sudahkan Anda mampu menjalankan seluruh sunnah Nabi? Belum lagi jumlah ayat-ayat dalam Al qur&#8217;an, sudahkan Anda mampu menjalankan semuanya?. Apa hukumnya yang tidak menjalankan Islam secara kaafah?. Masihkan Anda berani mengatakan ahli sunnah wal jamaah? Anda tidak ada bedanya dengan saya yang hanya menjalankan sebagian sunnah nabi saja. Anda masih menggunakan uang yang ada gambar orangnya, yang menurut hadist hukumnya haram. Sementara,  Anda sering melarang orang melukis makhluk hidup. Hal ini sama halnya orang-orang Saudi yang tidak konsisten, mereka menempelkan lukisan-lukisan Raja Fahd, Raja Abdullah, Raja Suud di setiap hotel di Saudi Arabiayah.<br />
Apa hukumnya orang yang menyesatkan orang lain, sementara saya telah bersyahadat setiap shalat, menjalankan shalat lima waktu, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan, menunaikan ibadah haji ke Baitullah ?<br />
Saya memaafkan Abu Umamah karena dia belum kenal dengan saya, walaupun dia mengaku dalam tema bukunya &#8220;Mengenal lebih dekat dengan Abu Sangkan&#8221;. Namun dia tidak kenal dengan saya, apalagi berdiskusi dengan baik dan terhomat.<br />
Saya khawatir terhadap Abu Umamah, dia tidak bisa membedakan Islam dan kultur Arab yang keras. Islam adalah akhlak dan lemah lembut, apalagi dalam berdakwah. Al qur&#8217;an menyuruh berdakwah dengan cara yang sangat lembut dan mauidhatil hasanah &#8230; cara ini dilakukan oleh ulama&#8217; Jawa (Wali Songo) sehingga ummat Hindu tertarik mempelajari Islam, walaupun masih belum sempurna. Mungkin kalau Anda ingin merasakan bagaimana sulitnya berdakwah, cobalah berdakwah di wilayah Hindu, seperti di Bali. Kalau Anda jujur, pasti Anda akan mengatakan Wali Songo itu hebat dan cerdas.<br />
Ulama Jawa, ketika melihat umat Hindu menjalankan ritual kematian mengadakan upacara selama tujuh hari, mereka tidak langsung merubah kultur dan kebiasaan agama sebelumnya. Apalagi langsung menhardik dengan kata-kata kafir sesat dan bid&#8217;ah. Mereka mengisi hari-hari tersebut dengan bertahlil dan bertahmid. Maksudnya mengarahkan tauhid mereka agar tidak menyekutukan Tuhan. Lihatlah situs-situs masjid Menara Kudus yang berbentuk seperti candi, pintu gerbang masjid seperti seperti pura Hindu, atap mesjid dibuat seperti pagoda. Mereka tidak merubah pakaian menjadi pakaian Saudi Arabiayah atau Pakistan, india, tetapi tetap menggunakan sarung seperti yang dipakai orang Hindu pergi sembahyang ke pura.<br />
Hal ini terjadi terhadap fiqhuddakwah Partai Keadilan Sejahtera. Mereka melakukan dakwah melalui dan mengisi peluang  dunia politik sebagai kendaraan dakwah mereka di DPR. Mereka bertujuan menegakkan syariah, namun dinilai salah oleh beberapa kelompok Islam, karena melalui cara sekuler, yaitu Trias Polica.<br />
Kesimpulan dari penjelasan saya diatas, bukanlah akhir jawaban saya. Karena masih banyak lagi yang bisa saya sampaikan jika diperlukan. Dan saya sangat senang jika bisa berjumpa langsung dengan Abu Umamah demi keadilan dan menjalankan sunnah Al qur&#8217;an, yaitu bermusyawarah dengan baik. Dan sekali lagi Abu Umamah bukanlah Ahli Sunnah Waljamaah yang murni, tapi hanya sekedarnya saja. Kalau berjumpa dia, saya bisa tunjukkan hadist mana yang tidak dijalankan oleh dia,  dan hadist mana yang telah dilanggar oleh dia.<br />
Hayya &#8216;alash shalah hayya &#8216;alal falah &#8230;..<br />
Wassalam<br />
ABU SANGKAN<br />
Jl. Kemangsari IV/5, Jatibening<br />
Bekasi.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/shalatkhusyu.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/shalatkhusyu.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/shalatkhusyu.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/shalatkhusyu.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/shalatkhusyu.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/shalatkhusyu.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/shalatkhusyu.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/shalatkhusyu.wordpress.com/631/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/shalatkhusyu.wordpress.com/631/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/shalatkhusyu.wordpress.com/631/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=shalatkhusyu.wordpress.com&blog=4569442&post=631&subd=shalatkhusyu&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://shalatkhusyu.wordpress.com/2009/06/03/jawaban-ustadz-abu-sangkan-terhadap-abu-umamah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e5693103d0859c2b7485c2d6db35f9c9?s=96&#38;d=wavatar" medium="image">
			<media:title type="html">guswib</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>