Shalat Khusyu Damai di Hati

” aktualisasi shalat khusyu dalam berkehidupan “

Arsip untuk November 5th, 2008

Ada Apa Dengan Shalat

Ditulis oleh guswib di/pada 5 November 2008

Menjadi sebuah pertanyaan, mengapa shalat malah menjadi beban, bukannya sebagai obat penenang? Ketika pola berpikir rasional menyebabkan jenuh dan stress, orang-orang di Barat menggunakan meditasi sebagai alternatif terakhir untuk mencapai pencerahan dan ketenangan. Bagi orang yang tidak memahami akan hal ini, agama akan menjadi beban hidupnya.
Awareness adalah kata lain untuk berfikir secara seimbang dan lengkap dengan memakai otak kanan dan kiri secara sadar dan efektif. Selama ini kita gagal untuk melakukannya. Ketidakseimbangan cara berpikir ini akan berpengaruh kepada tubuh, secara fisik maupun psikis, sehingga langsung berpengaruh terhadap cara beribadah kita yang dinamakan tidak khusyu. Kita menjadi tidak bisa berkonsentrasi karena pikiran pecah (berjalan terpisah). Akibatnya shalat menjadi menjemukan dan capek. Sebagaimana yang sering kita rasakan, pekerjaan yang paling menjemukan adalah pekerjaan menunggu. Namun, kita akan bisa berlama-lama kalau berdua dengan kekasih sehingga putaran jam terasa berjalan begitu cepat.
Abu Sangkan

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »

Nyambung ke Allah, piye seh?

Ditulis oleh guswib di/pada 5 November 2008

Shalat menurut sayyd qutb adalah shilatun wa liqaa’un bainal abdi wa rabbi atau shalat itu adalah shilatun atau nyambung antara hamba dengan rabbnya. Yang namanya nyambung atau connect itu pasti ada rasanya, seperti apa? Lho..saya waktu shalat kok gak nyambung ya? Lah..jelas saat shalat, gerakan, bacaan shalat dan hitungan rakaat betul, tapi pikiran kita kemana2 ya jelas gak bisa nyambung. Shalat itu dialog bukan monolog, selama ini kita asyik sendiri dalam shalat, nggak sadar dengan siapa kita berkomunikasi. Ilustrasinya seperti bila anda berdialog dengan dengan seseorang misalnya masalah bola, ternyata dianya gak paham masalah bola, masak Mike Tyson dikatakan striker MU… nah gak nyambung kan?? Dalam shalat rasa kesambungan dengan Allah dapat dipahami dengan bahasa qalbu, misalnya dadanya ditenangkan atau dilapangkan sehingga yang ia rasakan adalah kebahagiaan yang hakiki saat ia mengingat Allah. Sudahkah kita merasakannya???

Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »